Bolehkah manusia mempelajari /belajar dengan JIN ?

BUAT AGAN-AGAN MOHON DIBACA AMPE ABIS JANGAN JUDULNYA DOANK         
Batasan masalahnya adalah pengambilan manfaat dari pembelajaran dari sudut pandang ilmiah bagaimana islam mensikapi 

Menurut ane si boleh, gak tau menurut agan. Penjelasan ane berdasarkan ini gan :

1. Semua yang diciptakan itu bermanfaat / bisa dimanfaatkan ( bahkan setanpun bermanfaat menurut saya).

2. Kisah sulaiman yang mengambil manfaat dari golongan Jin, tumbuhan dan hewan.

3. Manusia memiliki sejarah jaman kejayaan dan kehancuran, sehingga ilmu yg telah maju terkadang hilang pada saat jaman kehancuran dan harus dicari dan dipelajari kembali. Ini menjadikan tingkat kemajuan ilmu manusia cenderung tertinggal .

4. Dikatakan bahwa Jin itu mahluk yg berinteraksi antara satu dan yg lain, ada yg baik dan ada pula yg buruk yang kehidupanyapun dikatakan sama seperti manusia namun hanya berbeda zona frekwensi dengan kita.


Jadi gak ada salahnya kan kita belajar sama mereka atau mempelajari mereka, karena menurut cerita/alkisah dikatakan bahwa mereka berumur panjang. Jadi logika saya setuju bahwa ilmu mereka lebih maju dari kita.

Analoginya gini gan :
Ada seorang ilmuan ingin melogikakan hal2x yg masih dikatakan masyarakat umum disebut metafisika menjadi sesuatu yang bersifat logis. Nah..... tentunya narasumber yg tepat adalah mahluk yg menghuni dunia itu kan? Dengan percobaanya akhirnya si ilmuwan ini berhasil menemukan narasumber dari mahluk jin ( anggep saja profesornya jin )
So.... si ilmuan ini pun menimba ilmu dari sang profesor jin tersebut. Dan akhirnya sang ilmuanpun bisa merumuskan hal2 yg selama ini bersifat abstrak bagi manusia umum.


Boleh gak tuh, bukankah itu bermanfaat ?
Kalo ada yg bilang, sebaik-baiknya jin itu seburuk-buruknya manusia. Mungkin harus ditelaah dulu maksudnya gan dan jangan langsung diartikan mentah.
Yang ane sepakat adalah kalo sifat buruk itu sifat setan dan setan itu ada dari golongan JIN dan Manusia.

Quote:
saya memandang kegaiban itu menjadi dua, ghaib mutlak ( hanya Allah yg tahu ) dan Ghaib relatif yg dapat diketahui manusia yg sifatnya hanya sedikit dan dapat dipelajari, mungkin lebih cocok bila dikatakan " "sesuatu yg belum terungkap/misteri" dan belum inilah yg perlu dikaji   

Mohon tanggapanya gan, kalo bisa membawakan sumbernya. salam
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyepi itu ga sesepi yg ane liat

Mata Batinku Yg Baru Terbuka

Hantu Wanita Memesan Bakso