Hantu Korban Pembunuhan

Ini adalah cerita Faktaku, yang mana aku tak mau mendapati kejadian seperti ini lagi.

Deri Pradana, nama teman SMP ku yang terbunuh. Dia ditusuk, dimasukkan ke mobil lalu dibakar, dia meninggal bersama kedua orang tuanya. Konon sekeluarga dibunuh karena motif persaingan bisnis. Padahal Deri tak mengerti apapun problema yang dihadapi ortunya, kini ia kena imbasnya.

2 tahun yang lalu, mendekati Ujian Kelulusan SMP, aku duduk-duduk dan refreshing di ruang tamu sambil maen hape. Jam menunjukkan pukul 10:30 tapi aku belum ngantuk juga. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, siapa sih malem-malem gini bertamu? Setelah kubuka tampak 3 orang yang wajahnya ku kenal, Deri dan kedua ortunya. Ketika mau kupanggil ortuku yang sudah tertidur, Deri melarangku, karena Deri cuma ingin ketemu aku aja.

Setelah mereka duduk, terlihat hanya kita berdua saja yang berbincang, kita berbincang tentang tujuan SMA mau kemana, dan kedua ortunya diam bisu saja. Tak lama sekitar 10 menit kami berbincang, Deri pun pamit pulang. Setelah mereka pulang, aku kembali duduk di sofa. Aku menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal! antara lain : tak ada suara langkah kaki saat mereka pulang (halaman rumahku banyak batunya), tampak mereka tak naik kendaraan, tak ada suara mobil/sepeda motor (padahal rumah mereka jauh). Tapi aku gak mikir itu sampai berkepanjangan

Paginya, aku melihat teman-teman cewekku tampak menangis berjamaah di depan kelas, cowoknya sebagian. Aku tanya mereka "Ada apa?", mereka menjawab "Mayat Deri ditemukan hangus kemarin pagi". Aku kaget separo pucet, jadi siapa tadi malam yang bertamu ke rumahku? Kejadian itu tak membuatku sedih tapi takut, barulah 3 minggu kemudian aku rasa bersedih :(

+NB : Mobil yang hangus itu disimpan di kantor polisi. Kabar dari koran Radar BWI, saat pukul 01:00 terdengar suara tangisan yang sangat keras seperti *Karlmeyer* dari mobil itu.


- Noor Ikhsan -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyepi itu ga sesepi yg ane liat

Mata Batinku Yg Baru Terbuka

Hantu Wanita Memesan Bakso