KONSENTRASI & FOKUS MEMATIKAN RASA (masih termasuk dengan cara meraga sukma)

Di dalam ilmu kesehatan (kedokteran) mematikan rasa digunakan bila pasien hendak dioperasi. Tetapi di kedokteran mematikan rasa digunakan
"obat pati rasa" atau bius. Sedang untuk meraga sukma mematikan rasa tidak menggunakan obat bius, melainkan dengan cara memusatkan pikiran atau konsentrasi.
Konsentrasi mematikan rasa ini sangat sukar untuk dilaksanakan, karena membutuhkan ketekunan yang hebat Serta latihan yang rutin. Yang penting apabila kita sudah memahami cara-caranya serta melatihnya setiap hari dengan tekun lama kelamaan akan berhasil juga. Disini akan kami berikan cara-caranya secara ber-tahap, sedikit demi sedikit. Ini akan lebih bermanfaat daripada kita mempelajarinya secara langsung.

Nah, baiklah sekarang kita mulai dengan pelajaran ini. Duduklah dengan tenang, terserah sikap bagaimana yang akan anda lakukan di dalam sikap duduk ini. Bila bisa anda duduk di kamar yang banyak lalat atau nyamuknya.
Setelah anda duduk santai, sekarang pergunakanlah, se-genap daya Konsentrasi anda agar dapat melupakan segala sesuatunya. Pusatkan Segenap pikiran anda, tutup semua lubang pori-pori, mulut dan telinga. Semua suara-suara dari luar jangan dihiraukan, anggaplah suara-suara itu
tidak ada. Biarkan lalat dan nyamuk-nyamuk itu menggigit kulit anda. Jangan rasakan gigitannya. Rasa-rasa geli, sakit dan gatal itu harus bisa anda lupakan. Memang sukar, tetapi berusahalah terus. Jadi pokok latihan adalah berkonsentrasi memusatkan suatu pikiran, menghalau semua suara dan sentuhan rasa di kulit.

Bila hari ini gagal, hari esok diulangi lagi sampai berhasil. Anda bisa disebut berhasil bila anda tidak merasakan apa-apa, baik suara maupun sentuhan di kulit. Pusatkan konsentrasi anda di titik atas kepala (ubun-ubun). Boleh dibantu dengan menyebut asma Alloh berkali-kali di dalam hati (atau berdo'a sesuai keyakinan).

Atau anda bisa latihan dengan cara seperti berikut : duduklah di kursi secara santai, bunyikan radio sewajar-nya, dan bacalah sebuah buku atau koran. Pusatkan konsentrasi anda pada bacaan tersebut, jangan hiraukan suara-suara radio itu. Sukar bukan ? Tetapi lama kelamaan anda akan berhasil, berkat konsentrasi baca anda yang kuat. Suara radio itu tidak menganggu lagi seolah-olah radio itu tidak pernah ada. Sesudah anda berhasil, coba gabungkan kedua cara tersebut di atas, berkonsentrasi di kamar yang banyak kutu busuk dan nyamuknya, serta membunyikan radio agak keras.

Bila fatihan tersebut belum berhasil, ulangi lagi hari-hari berikutnya sampai berhasil. Setelah berhasil, berarti anda tinggal mematangkannya dengan latihan yang rutin.Latihan-latihan berikutnya pasti tidak ada kesulitannya.
Segala rasa sakit dan suara gaduh akan mudah anda atasi. Seseorang yang telah mencapai tataran tinggi dalam ilmu ini serta telah berhasil mengendapkan dirinya akan menjadi sangat tenang dalam pembawaan juga dalam hal keduniaan menjadi kurang seleranya. Sebab dengan latihan maka mereka mendapatkan semacam kepuasan serta kenikmatan di dalam batinnya, yang mana tidak begitu membutuhkan banyak tuntutan seperti kepuasan dunia.

Dalam hal praktek konsentrasi mematikan rasa ini memang sangat sukar, karena membutuhkan pengendalian hawa nafsu serta ketekunan dalam berlatih. Bagi orang yang suka mengumbar hawa nafsu biasanya sukar sekali
untuk berhasil dalam mempelajari ilmu ini. Juga dengan seringnya melakukan senggama (bersetubuh dengan lawan jenis) kita akan sukar melakukan latihan semacam ini, termasuk berlatih ilmu trawangan. Siswa- siswa penulis yang berhasil dengan baik biasanya masih anak-anak remaja (belum pernah bersenggama), juga pada orang dewasa yang belum pernah kimpoi (jarang melakukan senggama). Hal itu dikarenakan zat-zat hidup yang ada di dalam tubuh kita akan susut (banyak berkurang), hal mana mempunyai pengaruh langsung terhadap segala sesuatu dengan diri kita. Bagi orang yang terlanjur sering melakukan senggama, hendaknya di "stop" dulu atau dikurangi sedikit demi sedikit. Sering puasa dan melakukan senam pernafasan sangat baik, hal ini untuk memulihkan energi batin anda.

Kurang lebihnya saya mohon maaf karena saya juga manusia biasa yg tentunya lebih banyak kurangnya daripada lebihnya.

Prinsip saya

Saya juga masih dan harus belajar terus karena belajar itu tidak ada putusnya kecuali nyawa telah lepas dari badan dan Batu Nisan menjadi ijazah terakhir yg di terima.



Semoga seluruh alam dan mahluknya berbahagia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyepi itu ga sesepi yg ane liat

Mata Batinku Yg Baru Terbuka

Hantu Wanita Memesan Bakso